Hubungan antara pendidikan dan dunia kerja adalah salah satu masalah utama kebijakan dan praktik pendidikan saat ini. Ada anggapan bahwa terbukanya penerimaan mahasiswa baru yang masif dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi nasional. Namun, di sisi lain ada kekhawatiran bahwa lulusan perguruan tinggi makin sulit mendapatkan pekerjaan, juga keselarasan antara pendidikan dan pekerjaan dipertanyakan.  Istilah-istilah seperti "mismatch" dan "over-education" mencerminkan kekhawatiran tersebut.



Studi tentang transisi dari pendidikan tinggi ke dunia kerja yang sering disebut sebagai "tracer study", telah dijalankan di berbagai belahan dunia khusunya negara-negara maju di Eropa seperti Jerman, Swiss, dan Belanda. Pelaksanaan tracer study yang reguler menjadi ciri kemajuan perguruan tinggi dan pendidikan tinggi suatu negara.



Pelaksanaan tracer study menuntut komitmen dan kapabilitas pertguruan tinggi agar tracer study yang dijalankan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi baik bagi perguruan tinggi pelaksana maupun bagi pembangunan pendidikan tinggi nasional. Oleh karena itu pemahaman mengenai aspek manajemen dan riset dari tracer study merupakan faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tracer study.



EXLIMA adalah konferensi internasional dalam tracer study yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi baik scara metodologis maupun konten.  Tahun 2015 konferensi EXLIMA yang kedua diselenggarakan di Sanur Paradise Hotel, Bali, pada tanggal 24 November - 28 November 2015 atas kerjasama Career Development Center Universitas Indonesia dengan Direktorat Jenderal Belmawa Kementerian Ristekdikti. 



Pendaftaran dan informasi lebih lanjut silakan klik http://exlima2015.org